orang indonesia banyak yang Telanjang

Ini hanya sebuah coretan dalam kegelapan malam. Aku teringat beberapa kejadian yg telah lewat Mulai dari tsunami, gempa bumi, lumpur lapindo, banjir dan seabrek bencana seolah tak henti menimpa negeri ini. Belum lagi gejolak masyarakat yang selalu sambat dan berkeluh kesah karena untuk mendapatkan sesuap nasi dan semangkuk sayur sulitnya melebihi menyebrang sungai brantas waktu musim hujan. Para pengemis merajalela menjual muka, meletakkan sementara harga diri, semua itu untuk apa?? Jawabanya pastiuang!!. Demi menghidupi keluarga mereka, mereka melakukan pekerjaan hina (menurut sebagian orang yang selalu memandang kotor orang kecil dan menurutku itu pekerjaan yang mulia karena mereka lebih dari sekedar baik dari pada para koruptor) itu karena terpaksa. Belum lagi masalah kenakalan remaja yang semakin hari semakin menggila, mulai dari minum-minuman beralkohol, narkoba, dan kasus-kasus lain yang mungkin jika kita tulis tak akan muat satu halaman semakin menyempurnakan penderitaan bangsa ini. Sebenarnya ini semua salah siapa? Apa ini Salahku? Atau jangan-jangan ini salahmu!.

Oke, kalo kita saling menyalahkan, aku yakin penderitaan bangsa ini akan sulit untuk berakhir. Mari, masing-masing dari kita untuk merenungi apa yang telah kita lakukan. Apa pangkal dari masalah yang terus-menerus mendera bangsa kita. Apakah ini cobaan? atau bisa jadi ini merupakan hukuman untuk kita orang indonesia yang telah telanjang iman. andaikan kita selalu memegangi dengan teguh iman kita, kemungkinan kita tidak akan terus menerus dalam keadaan seperti ini. Orang-orang besar tidak akan korupsi dan orang-orang kecil tidak akan mencuri. Kita akan malu untuk melakukan sesuatu yang buruk karena kita selalu merasa di awasi oleh tuhan.
tapi mungkinkah kita bisa dan mampu untuk melakukanya? Karena seolah-olah semua itu sudah menjadi budaya baru bagi kita. Budaya ketimuran kita yang selalu diagung-agungkan dan di junjung oleh nenek moyang kita sekarang ini telah meregang nyawa. Putra bangsa yang notabene adalah penerus para tetua pun mendekati kategori langka. Sungguh tak mampu untuk membayangkan Nasib bangsa ini dikemudian hari. Teman, nasib bangsa ini ada di tanganku, di tanganmu, di tangan kita semua. Mari kita bangun kembali jatidiri bangsa ini. Biar cerita buruk bangsa kita kemarin dan hari ini menjadi bagian dari perjalanan bangsa ini. Siapa lagi yang akan membangun dan membangkitkan bangsa ini kalo bukan kita. Kita tidak akan langsung bisa merubah nasib bangsa ini kalo kita tidak berangkat dari diri kita sendiri. Kita tidak akan mampu memindahkan sebuah gunung jika kita tidak bekerja sama. Kita tidak akan mampu melewati belantara jika kita tidak berjalan mulai dari setapak. Teman, ini hanya renungan dikala mata sudah dalam keadaan senja. jika teman-teman punya rasa cinta pada negeri ini, saya yakin teman-teman tidak akan menjadi bagian dari orang indonesia yang telanjang. Jika diantara teman-teman saat ini ada yang masih telanjang, semoga tulisan ini bisa membantu menemukan baju keimanan. Indonesia, aku mencintaimu. Orang indonesia, mari bersatu!!

0 komentar:

Chitika

Digg

Blog Archive

Tukar link :